Kondisi emergency ato darurat, meskipun gak ada yg mau kejadian, harus tetep direspon atau dihandle dengan tepat, sesuai panduan. Kalo belum ada panduanya ya dibuat dulu, ngacunya ke Standard nasional atau internasional yg dh ada..
Nah agar panduannya ini bener-benr bisa dijalankan harus ada latihan dari setiap fungsi dalam organisasi emergency, dari tiap latihan ini akan ketahuan fungsi-fungsi mana yg blm maksimal atau belum paham tugasnya..
Latihan untuk melihat kesiapan fungsi emergency ini sering disebut dengan drill (bukan yg artinya ngebor ya). Setiap drill biar tujuannya bisa tercapai atau tidak, tau apa aja yg mesti disiapin, fungsi-fungsi yg terlibat apa aja, dibuatlah plannya.
Sehingga sebuah emergency drill plan paling enggak terdiri atas bbrp hal berikut:
- purpose/objective, untuk tujuan apa drill dilakukan
- scope, cakupan aktivitas respon emergencynya apa aja
- lokasi dilakukan drill dimana aja
- kapan drill dilakukan
- scenario, apa-apa aja persitiwa/kejadian yg di-drill-kan
- injection, berupa kejadian-kejadian tambahan yg berguna untuk meningkatkan bobot drill yg dilakukan
- resources, sumberdaya apa aja yg diperlukan untuk melaksanakan drillnya
Segitu dulu..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar